heart

heart

Rabu, 10 Maret 2010

Ibarat Kecoa


Kecoa kecil dengan bangga nya memamerkan suranya yang lantang. Kecoa dengan senyum dan tawa angkuhnya memamerkan taringnya. Kecoa dengan congkak ke-AKU-annya dengan lantang berkata :

“ eh loe2 pada harus tau sapa diri ku dan bapak ku”hahahahhahahaha

Kecoa lain yang tidak suka padanya hanya bisa mengupat di belakang, hanya bisa memaki dari belakang tapi selalu tunduk di depannya. Semua itu dilakukan semata-mata hanya menghargai bapaknya yang memang kecoa terpandang dan berkharisma tinggi di species nya.

Kecoa kecil dengan sombong duduk disinggasananya disebuah toilet kecil yang kumuh dan kotor.

Seekor cicak tidak sengaja berjalan melintas di toilet kecil yang kumuh dan kotor itu sambil menyaksikan tingkah laku c kecoa…..menggelengkan kepala dan bergumam dalam hatinya “ masih ada aza kecoa busuk yang memanfaatkan kedudukan bapaknya yang juga sama busuknya untuk memerintah sana-sini,membentak sana sini sesamanya,aneh kecoa begitu busuk begitu jorok bisa sebegitu angkuhnya sebegitu bangganya tinggal di toilet kumuh ini.

Kecoa-kecoa busuk ini pantasny di basmi karena tidak ada rasa sesamanya lagi,pantas aza kecoa busuk ini paling di benci sama makhluk-makhluk yang lebih mulia,paling di kutuk sama species-species yg lebih tinggi derajatnya,mmmm coba aq liat lg bagaimana tingkah laku c kecoa ini…”

“Hei…jelek..carikan aku makanan…cepaaaaaaaaaaaaatttt…lambat x pun jalan kau…”perintah c kecoa dengan bawahannya…….sambil menendang bokongnya. c kecoa bawahan pun sambil mengupat tetap mencarikan makanan buat tuannya…..

Dari pojok tak tersadar secara tutur keponakan c kecoa sangat-sangat tidak suka tingkah lakunya hanya bisa berdoa semoga secara tutur tantenya bisa berubah…..

Kenyataannya seluruh keluarga memang tidak suka padanya.tapi ya itu semua hanya memandang Bapaknya…..buruk cerita ,bapaknya sendiri terkadang seperti budak di buatnya,….pernah suatu ketika para saudara dan petinggi mememperingatkan akan pola tingkah c kecoa pada bapaknya…..tapi apa yang terjadi c bapak tetap membela anaknya dan tidak menghiraukan omongan para sanak saudara…..

Apa mau dikata tidak ada seorang pun yg bisa menasehati c kecoa yg lambat laun semakin menjijikan melihat tingkahnya.

Akhirnya ada jg kecoa jantan yg berani melamar c kecoa……semua handai tolan dan sanak saudara pada bertanya heran..siapakah kecoa jantan ini yg bisa menaklukan c kecoa ini.

Dan tibalah pesta mewah yang hinggar binar d toilet kumuh di adakan,tak ada satu pestapun yang bisa menandingi kemewahnnya.” kasiannya kecoa jantan ini yang menjadi suaminya……” batin seluruh keluarga.

3 bulan pernikahan tingkah c kecoa semakin menjadi-jadi layak nya seperti kecoa stress.,,layanknya kecoa gila….semua semakin membenci c kecoa……

Para saudara bertanya heran……

Usut punya usut perkawinanya tidak semulus seperti kehidupan sebelumnya,ternyata c kecoa jantan ini punya niat tersendiri dengan mengawini c kecoa dengan harapan bisa membalas dendam para kecoa yg sudah tersakiti olehnya, c kecoa di maki,c kecoa di cuekin oleh keluarga c kecoa jantan,c kecoa di sepelekan dan direndahkan tanpa memandang lagi siapa bapaknya,karena c kecoa jantan tau betul posisinya yaitu seorang suami yang harus dipatuhi c kecoa…

C kecoa semakin stress,badannya semakin kurus,suka termenung tapi sikap sadis nya tetap saja tidak berkurang,seolah-olah apa yg di buat suaminya blum ada apa-apa nya.

C bapak kecoapun semakin stress melihat penderitaan anaknya yg tidak di hargai suaminya,t api mau dikata….kecoa jantan itu sudah menjadi pilihan anaknya dia tidak bisa lagi mencampuri urusan ruma tangga anaknya.

Dan cobaan c kecoapun semakin dalam,c kecoa jantan melirik k kecoa betina lainnya yg lebih pantas menjadi istrinya.

C kecoa semakin depresi…tidak ada satu kecoapun yang bisa menolongnya,semua kecoa hanya bisa mensyukuri kedepressian c kecoa,inilah karma c kecoa yang selama ini semena-mena terhadap kecoa lain.

C kecoa pun menangis tiada henti dan tidah tahan lg akan sikap suaminya akhirnya mengadu ke Bapaknya, c bapak pun mencoba powernya untuk menghabisi c kecoa jantan,tapi apa yang terjadi…

C bapak pun telah lupa bahwa keluarga c kecoa jantan juga kecoa terpandang dari toilet yg lebih bersih dari toilet kumuh yg di pimpinnya,mental-lah ke power-an c Bapak.

Semakin terpuruklah c kecoa, kecoa semakin bertingkah layaknya kecoa gila,akhirnya c Bapak tidak tahan melihat penderitaan anaknya meminta tolong pada sanak saudara untuk mengobati anaknya,

Tadinya sanak saudara hanya bi sa mencibir dan berusaha tidak mau tau dengan penderitaan c kecoa,tapi sekali lagi c Bapak memohon sambil menundukkan kepala pada sanak saudara saudara.Sanak saudara tidak tega melihat permohonan c bapak ,akhirnya turut membantu kericuhan kehidupan c kecoa.

Usut punya usut para saudara c kecoa dan saudara c kecoa jantan punya kesepakatan hitam di atas putih.Sebagian keluarga mencibir perkawinan macam apa itu, kalau segala sesuatu di atur oleh kertas bermaterai…benar-benar keluarga edan.

Lambat laun kehidupan c kecoapun berubah kembali normal,senormal kehidupan sebelum perkawinannya.Semua kecoa ,handai tolan dan sanak saudara berharap,dengan kejadian kericuhan tersebut c kecoa dapat berubah.

Kenyataan c kecoa tetap tidak berubah sama sekali, masih dengan angkuhnya,masih dengan sombongnya,masih dengan sikap semena-menanya terhadap bawahan,sama sekali dia lupa keadaan dia sebelumnya.

C bapak hanya pasrah,sanak saudara tetap tidak perduli,c kecoa tetap berhati busuk spt layaknya

Kecoa sebenanrnya.

C cicak yang tiap harinya melintas di toilet kumuh ini berguman lagi dalam hati….dasar kecoa tetap kecoa,udah bau, tak tau diri ,sombong pula, sudah bgitu banyak cobaan,bgitu banyak teguran tetap tidak menjadi pelajaran baginya.mmmm d basmi kecoa itu mampuslah semua.dari pada aq semakin jengkel ngliat c kecoa yang tiada guna lbh baik aq pergi…

Dasarrr kecoa busuk sebusuk hatinya!!!!!



"teruntuk sebuah hati yang selalu menganggap diriku sebagai musuhnya"
'aliran darah tidak pernah berbohong'
semua akan aq jalani dengan ikhlas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar