
Mentari masih malu-malu mengeluarkan senyum
Embun pagi masih menyisakan bulir-bulir sejuk
Riak ombak masih menari-nari dengan anggun
Aku keluar dari peraduan,berjalan menikmati hangatnya pasir putih
Hemmm.....Indahnya pagi ini
Ku rentangkan tangan sambil merasakan hawa-hawa suci yang terus mengalir lembut di nafasku
Ku pandangi ciptaaNya dengan kagum
Termenung,terkenang keadaan yang hampir terlupa diterpa waktu
Terlintas....Dia....
Ku berjalan seiring khayalku bersamanya
Tersenyum.....
Waktu itu keluguan selalu membalut dua hati......layaknya awan-awan yang selalu membalut langit dengan indahnya..
Belajar,bermain,bercanda di satu ruangan kharismatik yang penuh dengan jiwa-jiwa yang polos
Lirikan ini tak pernah lepas darinya...,beradu pandang ..diam tanpa kata-kata
Aku tak bisa merapikan hati saat itu
Apa wajar aku tuk memulainya....sementara keangkuhan hati wanita masih meraja....
Tidak....
Sinyal-sinyal penuh arti saja yang aku sampaikan...berharap dia mengerti asa itu...
Keraguan terus berhembus...
Sepertinya asa itu bukan milik ku saja
Angin membawa kabar,bgitu banyak jiwa-jiwa yang menantinya
mmmmm ...lebih baik aku mundur sebelum dia paham sinyal maksud ku
Aku tak bisa memantapkan hati untuk maju....dimana satu sisi ada harapan lain yang menanti ku
Berlahan ku coba merubah rasa itu...
Terasa sulit....terasa sesak....karena aku masih bisa merasakan tatapan matanya.....
Begitu hangat.....begitu dalam....
Dan tibalah waktu itu...
Akhir suatu kebersamaan
Kembali asa itu muncul kembali,ku berharap ada sebuah bintang jatuh di hadapanku
Agar aku bisa memohon....walau sebentar aku bisa berduaan bersamanya....
Sepertinya doa ku terkabul jua
Aku bisa bersamanya, duduk berdua, bercanda,menikmatinya dinginnya alam tanpa terasa...
Memetik dawai-dawai ...sang saksi bisu....,mengalunkan nada-nada yang tidak beraturan...
Aku bisa merasakan sentuhan jari jemarinya di jari ku....bgitu lembut dan penuh arti..
Seakan alam dan jiwa-jiwa yang lain memberi kesempatan asa itu buat kita berdua...
Apa yang harus aku lakukan untuk menstabilkan detak jantung ku...
Apa aku harus memulai???
Tidak...kembali keraguan itu muncul....mungkin sudah ada yang di hatinya...
Menanti....yah....aku hanya bisa Menati asa itu darinya...
Malam mengalir bgitu cepat berganti pagi
Mentari hampir meperlihatkan senyumnya
Dan aku masih belum mendengar asa itu..
Mmmmmmmmmmmm
Seiring pagi....aku mantapkan hati...
Biarlah malam ini akan menjadi kenangan ku
Walaupun ku tak dapat meraih asa itu...
Tapi aku sudah meraih kenangan itu...
Jujur kekecewaan membalut hati ku
Knapa aku bgitu bodoh...selalu menanti asa itu darinya...
Knapa aku bgitu bodoh...tak ada secuil keberanian tuk mengatakannya.
Knapa aku harus meracuni jiwa persahabatan menjadi suatu rasa....
Bukankah "persahabatan itu lebih suci daripada rasa ini"...
Hanya kata-kata itu yang bisa mengobati perasaan...
Aku tidak perlu kecewa!!
Toh....Aku masih bisa merasakan tatapan hangat matanya sebagai seorang sahabat..
Biarlah semua ini aku rangkum menjadi satu memory di kehidupanku...
yaitu....
"Menanti Pintu Sepi"......
Dan waktu bergulir dengan cepatnya..
Aku tidak pernah bertemu pintu sepi...,apalagi untuk merasakan tatapan hangatnya...
Sekarang aku disini....
Mama....mama...
aku segera merangkul dua buah hati ku
Menemani mereka menikmati mentari yang sudah tersenyum penuh..
Sambil merebah di pasir putih...
Sambil menutup mata....membayangkan tatapan yang hampir terlupa di makan waktu
Akhirnya aku menemukan tatapan itu di salah satu ruang hatiku
Sesaat dia tersenyum kepada ku....berharap waktu berputar sekali lagi...
Aku merasakan kecupan......bgitu nyata
Aku buka mata....ternyata kehidupan ku sudah terjaga....tersenyum dengan hangat
Astaghfirullah....sesaat q khilaf...
Wajarkah aku masih mengingatnya...
Salahkah aku membayangkan tatapan hangatnya...
Sementara penantian abadi ku telah merangkul ku dengan eratnya...
Aku membalas lagi kecupan itu
Inilah kehidupan ku sekarang
Inilah dunia ku sekarang..
Pintu Sepi tetaplah Pintu Sepi dengan kehidupannya
Biarlah ruang hati ku untuk pintu sepi bgitu adanya
Dan ku berharap juga d hatinya...
Biarlah ruang hati Pintu Sepi untuk ku bgitu adanya
Saat ini......
Waktunya mengabdi pada kehidupan ku
Memantapkan satu hati ku
Dan membiarkan memory "Menanti Pintu Sepi" menjadi lamunan terindah ku.....
Ter untuk ValLhyn......
Tuk "Menanti Pintu Sepi"...aq cuma bisa katakan, sekali lagi tuk semua kenangan yang pernah terlukis...." I Love U Lhyn "
BalasHapus